Berita : Bimbingan Teknis Penyegaran Fasilitator Daerah Sistem Penjaminan Mutu Internal ( SPMI ) Tahun 2018

| | Tanggal : 13 Maret 2018 | Di Lihat : 285 Kali

                Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mengembangkan keterampilan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005, setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan tersebut bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP).

                 Pemenuhan dan penjaminan mutu pendidikan ini merupakan tanggung jawab dari setiap komponen di satuan pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya budaya mutu pada seluruh komponen satuan pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan pada satuan pendidikan dilakukan dengan pendekatan pelibatan seluruh komponen satuan pendidikan (whole school approach) agar seluruh komponen satuan pendidikan bersama- sama memiliki budaya mutu. Budaya mutu adalah kesadaran kolektif seluruh ekosistem satuan pendidikan untuk mendorong terjadinya proses pencapaian dan peningkatan mutu yang tiada henti, terus-menerus, dan berkelanjutan yang diwujudkan melalui penjaminan mutu secara mandiri sesuai standar mutu pendidikan.

                Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah dikembangkan agar penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik pada segala lapisan pengelolaan pendidikan dasar dan menengah. Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri dari dua komponen, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPME adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi dan lembaga standardisasi pendidikan. SPMI adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan dalam satuan pendidikan, yang dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan.

                SPMI mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai SNP. Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan dan juga ditetapkan oleh satuan pendidikan untuk dituangkan dalam pedoman pengelolaan satuan pendidikan serta disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal, dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada satuan pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan. Dengan demikian, terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

                 Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. Sekolah model diharapkan menjadi percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah terampil menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019. Untuk mencapai hal tersebut, secara bertahap LPMP Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2016 telah menjalankan program dan kegiatan pengembangan sekolah model melalui penyiapan fasilitator pengembangan sekolah model, workshop/bimbingan teknis sistem penjaminan mutu internal untuk  sekolah model, pendampingan sekolah model dan pengimbasan serta monitoring dan evaluasi sekolah model. Pada tahun 2018 ini akan dilaksanakan Bimbingan Teknis Penyegaran Fasilitator Daerah SPMI sebagai salah satu upaya dalam memperkuat pemahaman dan persamaan persepsi fasilitator daerah dalam mendampingi sekolah model mengimplementasikan SPMI.

                 Kegiatan Bimbingan Teknis Penyegaran Fasilitator Daerah SPMI Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018  ini dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 16 Maret 2018 bertempat di LPMP Nusa Tenggara Barat. Narasumber pada kegiatan ini sebanyak 6 orang berasal dari unsur Pejabat Struktural LPMP NTB, Widyaiswara LPMP NTB, dan Fungsional Umum LPMP NTB.  Peserta kegiatan ini berjumlah 60 orang. Unsur peserta terdiri dari pejabat struktural LPMP NTB, pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru yang menjadi fasilitator daerah SPMI.

 


Temukan Kami

Hubungi Kami

Alamat : Jl. Panji Tilar Negara No 8 Mataram

Telepon : (0370)631088
Email : ntblpmp@gmail.com
Website : http://www.lpmpntb.org