Berita : Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Provinsi Nusa Tenggara Barat

| | Tanggal : 13 Maret 2018 | Di Lihat : 290 Kali

                Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan karakter yang kuat dan berkompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21.

               Untuk itu, pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter di samping pembentukan kompetensi. Penguatan Karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindak lanjuti dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan. Atas dasar ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara bertahap mulai tahun 2016.

               Program PPK adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari GNRM.

                Penguatan Pendidikan Karakter dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dilanjutkan dengan prioritas pada jenjang pendidikan dasar dan seterusnya, selanjutnya akan diintegrasikan dengan prioritas nilai dalam GNRM sehingga terjadi perubahan yang masif dan serentak di seluruh Indonesia.

                Gerakan PPK yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki tujuan untuk melakukan Revolusi Mental di dalam lembaga pendidikan, baik formal, informal dan non formal. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Barat, selaku unit pelaksana teknis di setiap provinsi, merasa perlu untuk menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Rapat Koordinasi PPK di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

               Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu tanggal 19 Februari sampai dengan 21 Februari 2018, dengan tujuan untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah  tentang Program PPK, melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi tentang upaya implementasi PPK di NTB, menjalin kerjasama dan pembentukan networking antara LPMP, Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Peserta yang dilibatkan pada kegiatan ini berasal dari unsur   Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten/Kota se-NTB, BP PAUD Dikmas Provinsi NTB, Kantor Bahasa Provinsi NTB  dan unsur LPMP NTB. kegiatan ini dilaksanakan dengan pola 22 jam pelajaran sebagai bentuk kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi setiap stake holder, dan pemerhati pendidikan yang merupakan bagian penting dalam mewujudkan gerakan pendidikan karakter di daerahnya masing-masing.