Berita : Asistensi dana Bantuan Pemerintah Sekolah Model Tahun 2018 Tahap I, II, dan III

| | Tanggal : 16 April 2018 | Di Lihat : 489 Kali

             Sistem penjaminan mutu ditetapkan, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan, sistem penjaminan mutu tersebut disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. Untuk mewujudkan pelaksanaan tersebut, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dapat dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal, dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada satuan pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan, sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh seluruh pendidikan di Indonesia.

            Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya adalah meningkatan mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan, serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. Sekolah model diharapkan menjadi percontohan sekolah berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain, sehingga seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019. Untuk mencapai hal tersebut, secra bertahap pemerintah telah menjalankan program dan kegiatan pengembangan sekolah model melalui penyiapan fasilitator pengembangan sekolah model, workshop/pelatihan sistem penjaminan mutu internal untuk sekolah model, pendampingan sekolah model dan pengimbasan, serta monitoring dan evaluasi sekolah model.

            Kegiatan pendampingan dilakukan untuk menguatkan dan membina sekolah model agar dapat mengimplementasi SPMI, media pengimbasan SPMI bagi sekolah imbas serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan SPMI di sekolah model. Pendamping sekolah model merupakan fasilitator daerah yang sebelumnya telah dibekali oleh LPMP. Kegiatan asistensi Tahap I ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 26 s.d. 28 Maret 2018 yang bertempat di LPMP NTB dan dihadiri oleh 50 peserta dari setiap kepala sekolah model. Tahap II dilaksanakan pada tanggal 9 s.d. 11 April 2018, bertempat di LPMP NTB juga, dan dihadiri oleh 48 orang yang terdiri dari kepala sekolah model.Dan tahap III dlaksanakan pada tanggal 17 s.d. 19 April 2018 dengan jumlah peserta 52 orang yang terdiri dari kepala sekolah model, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di LPMP NTB.

Tujuan dari kegiatan asistensi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Penjelasan mekanisme penyaluran dan penggunakan dana bantuan pemerintah sekolah model tahun 2018;
  2. Penyusunan Rencana Anggaran (RAB) dana bantuan sekolah model tahun 2018;
  3. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LPMP NTB dengan kepala sekolah penerima bantuan pemerintah sekolah model 2018.