Berita : LPMP NTB Bimtek 400 Guru Terdampak Gempa

| | Tanggal : 29 September 2018 | Di Lihat : 48 Kali

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus mendorong upaya pemulihan sekolah usai berakhirnya status tanggap darurat bencana gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pascapencanangan gerakan kembali ke sekolah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 9 September yang lalu, berbagai upaya dilakukan untuk menghadirkan kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Pendirian tenda-tenda untuk klas darurat sementara, pemberian bantuan perlengkapan sekolah bagi para siswa, dan pemberian layanan psikososial dan psikoedukasi bagi para guru terdampak gempa.

Saat ini, Kemdikbud melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat (LPMP NTB) sedang menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pembelajaran dalam kondisi darurat. Bimtek ini diberikan kepada 400 orang guru yang tersebar di 7 kabupaten/kota yang  terdampak cukup gempa signifikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 6 angkatan secara maraton. Angkatan I-IV telah dan sedang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, dan Kabupaten Sumbawa. Dua kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Oktober.

Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin, mengatakan bahwa selama bimtek ini para guru akan mendapatkan materi dari para fasilitator bagaimana melakukan perlindungan anak dalam situasi darurat, bagaimana melaksanakan pendidikan sesuai standar minimum pendidikan pada situasi bencana, bagaimana melakukan mitigasi bencana. Minhajul Ngabidin juga menambahkan bahwa para guru akan mendapatkan bimbingan penyusunan rencana pembelajaran pascagempa kemudian melakukan simulasi.

"Para guru yang menjadi peserta bimtek ini juga akan mendapatkan bimbingan penyusunan rencana pembelajaran pascagempa termasuk melakukan simulasi. Selain itu, mereka juga akan berlatih untuk melakukan dukungan psikososial dalam pembelajaran pada situasi bencana", tambahnya.

Selama bimtek para guru akan didampingi oleh para fasilitator yang berasal dari Widyaiswara LPMP NTB. Selain fasiltator dari LPMP NTB, ada fasilitator dari beberapa organisasi nonpemerintah yang juga ikut terlibat seperti Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC), Wahana Visi Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, UNICEF, dan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Sebagaimana diketahui bersama gempa bumi telah melanda Pulau Lombok pada tangal 29 Juli lalu dengan magnitudo 6.2 Skala Richter. Tercatat empat kali terjadi gempa bumi susulan dengan magnitudo yang cukup signifikan sampai pertengahan Agustus dan melanda beberapa kecamatan di Pulau Sumbawa. Gempa bumi tersebut berdampak pada rusaknya bangunan rumah warga, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan sekolah-sekolah. (MM)