Berita : ISI AMANAT BAPAK KEPALA LPMP NTB dalam UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA

| | Tanggal : 01 Oktober 2018 | Di Lihat : 27 Kali

   Bapak Kepala LPMP NTB memberikan arahan dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila hari senin tanggal 1 Oktober 2018 tentang peristiwa yang terjadi di balik Hari Kesaktian Pancasila. Salah satu partai yang menjadi pemenang Pemilu pertama di Indonesia pada tahun 1955 adalah PKI (Partai Komunis Indonesia) berada di balik gerakan 30 September 1965 yang ikut menewaskan 6 orang perwira tinggi TNI Angkatan Darat dan 1 orang perwira menengah. Beberapa peristiwa berdarah juga ikut didalangi oleh PKI setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan sekitar tahun 1960 an. Dengan adanya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang merupakan puncak kebiadaban PKI dan ormasnya yang mempunyai tujuan mengadakan kudeta terhadap pemerintahan Indonesia yang sah itulah maka lewat peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita diingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia harus selalu berpegang teguh terhadap nilai-nilai luhur yang terdapat pada Pancasila dan UUD 1945. Karena kalau tidak demikian, maka rongrongan yang berasal dari dalam maupun dari luar yang berwujud paham seperti komunisme maupun perilaku yang tidak sesuai/mencerminkan nilai-nilai luhur dalam Pancasila akan berakibat cepat atau lambat pasti meruntuhkan pondasi negara Republik Indonesia dan kemudian negara ini menjadi mudah dihancurkan dan dirobohkan.

   Di samping itu, dalam arahannya selanjutnya Bapak Kepala LPMP NTB mengingatkan seluruh ASN dan PPNPN di lingkungan LPMP NTB untuk selalu mengedepankan rasa empati dan kepeduliannya untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak akibat musibah Gempa Bumi di Lombok, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta terakhir sekarang ini di wilayah Sulawesi Tengah. Dalam rangka pemulihan atau recovery ini harapan pemerintah adalah agar mereka yang terdampak gempa itu segera bangkit kembali untuk melakukan aktivitas seperti biasanya dan juga yang lebih penting lagi bagi anak-anak mereka yang masih bersekolah untuk tetap bersemangat terus dalam menimba ilmu pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kegiatan pemulihan seperti ini harus terus-menerus mendapatkan perhatian terutama dari LPMP NTB sebagai salah satu unit pemerintah pusat di daerah untuk mengemban amanah di bidang pendidikan agar proses penjaminan mutu terus berlanjut.