Berita : Dua Puluh Sekolah Model Ikuti Bimtek SPMI

| | Tanggal : 09 Oktober 2018 | Di Lihat : 107 Kali

Mataram-Sebanyak dua puluh sekolah model diundang oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat (LPMP NTB) untuk mengikuti bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dua puluh sekolah model ini sebelumnya merupakan sekolah imbas dari 20 sekolah model lainnya yang sudah melaksanakan SPMI sejak tahun 2017. Menurut Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi, I Made Murta Astawa, selaku penanggung jawab kegiatan, semua sekolah model tersebut direkomendasikan oleh dinas pendidikan dan fasilitator daerah untuk menggantikan 20 sekolah model lainnya yang telah ditetapkan menjadi sekolah rujukan pada tahun 2018.

Lebih lanjut, I Made Murta Astawa mengatakan bahwa setiap sekolah model diwakili oleh kepala sekolah dan satu orang tim penjaminan mutu pendidikan sekolah. Dalam bimtek selama 4 hari tersebut, 5-8 Oktober, para peserta akan dilatih bagaimana menjalankan siklus SPMI, bagaimana melakukan analisis peta mutu dan memetakan akar masalah sesuai dengan peta mutu sekolah masing-masing. Pada akhir kegiatan kepala sekolah model akan menandatangani nota kesepahaman penyaluran dana bantuan pemerintah.

Sekolah model merupakan sekolah yang dikembangkan untuk menjadi model penerapan sistem penjaminan mutu internal secara mandiri. Dalam melaksanakan SPMI, setiap sekolah model merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan secara mandiri sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dengan mengacu pada 8 SNP. Pada awalnya, pada tahun 2016, LPMP NTB hanya menetapkan 10 sekolah model dan terbatas pada jenjang SMP. Mulai tahun 2017, kuota sekolah model yang mengimplementasikan SPMI yang ditetapkan oleh LPMP NTB menjadi 150 sekolah model. Semua jenjang satuan pendidikan terwakili.

Sementara itu, Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin, sebagai salah satu narasumber pada kegiatan ini, menjelaskan bahwa pengembangan sekolah model dan pengimbasannya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) serta menciptakan budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. Lebih lanjut ia mengharapkan agar sekolah model dapat menjadi percontohan sekolah berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Selain itu, sekolah model juga diharapkan melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain sehingga seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri pada tahun 2019.

Dana Bantuan Pemerintah

Pada kesempatan itu, Kepala LPMP NTB bersama 20 kepala sekolah model menandatangani nota kesepahaman penyaluran dana bantuan pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan dana bantuan pemerintah sebesar 10 juta untuk setiap sekolah model. Dana itu digunakan untuk membiayai segala proses implementasi SPMI dan pengimbasan ke sekolah imbas.

Selama proses implementasi SPMI, sekolah model akan didampingi oleh fasilitator daerah. Pendampingan ini dilakukan untuk menguatkan dan membina sekolah model agar dapat mengimplementasi SPMI. Selain itu, sebagai media pengimbasan SPMI bagi sekolah imbas serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan SPMI. Pendampingan ini diformulasikan dalam bentuk in on in. (MM/YS/KUN)