Berita : Kapus PPPPTK Matematika: Semangat Guru Tidak Boleh Ikut Luluh Lantak

| | Tanggal : 09 Oktober 2018 | Di Lihat : 26 Kali

Tanjung - Selasa (9/10/2018),"Meskipun gempa bumi memporak-porandakan bangunan rumah, guru harus tetap tegak. Meskipun gempa bumi telah meluluhlantakkan semua bangunan sekolah, guru tidak boleh ikut luluh lantak semangatnya. Semangat guru harus tetap tegak dalam mengawal pendidikan." Itulah rangkaian kalimat motivasi yang diberikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, Daswatia Astuty. Kata-kata motivasi itu disampaikan Daswatia saat menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran dalam Kondisi Darurat di SMPN 1 Tanjung, Lombok Utara, pagi tadi (9/10/2018).

Di depan 52 peserta, Daswatia lebih lanjut mengatakan bahwa sugesti yang positif sangat diperlukan untuk membangkitkan semangat diri. Kekuatan kata-kata positif menjadi sangat penting untuk menggugah jiwa yang trauma karena terdampak gempa. Semangat diri akan terus terjaga dengan memberikan sebanyak-banyaknya manfaat bagi orang lain, paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat (LPMP NTB), Minhajul Ngabidin, menambahkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong upaya pemulihan pembelajaran di sekolah. Pendirian tenda-tenda untuk klas darurat sementara, pemberian bantuan perlengkapan sekolah bagi para siswa, dan pemberian layanan psikososial dan psikoedukasi bagi para guru terdampak gempa. Berbagai upaya ini dilakukan untuk memastikan agar anak-anak tidak putus belajar.

Kemdikbud melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat (LPMP NTB) telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pembelajaran dalam kondisi darurat. Bimtek diberikan kepada 400 orang guru yang tersebar di 7 kabupaten/kota yang terdampak gempa cukup signifikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 6 angkatan secara maraton. Bimtek pembelajaran dalam kondisi darurat di Kabupaten Lombok Utara merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan yang dilaksanakan sejak pertengahan September yang lalu.

Selama bimtek ini para guru akan mendapatkan materi dari para fasilitator bagaimana melakukan perlindungan anak dalam situasi darurat, bagaimana melaksanakan pendidikan sesuai standar minimum pendidikan pada situasi bencana, bagaimana melakukan mitigasi bencana. Para guru juga akan mendapatkan bimbingan penyusunan rencana pembelajaran pascagempa kemudian melakukan simulasi. Peserta akan didampingi oleh para fasilitator yang berasal dari Widyaiswara LPMP NTB. Selain fasiltator dari LPMP NTB, ada fasilitator dari beberapa organisasi nonpemerintah yang juga ikut terlibat seperti Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC), Wahana Visi Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, UNICEF, dan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). (MM)