Berita : LPMP NTB Beri Bantuan 1,25 M untuk Sarpras Pembelajaran Darurat

| | Tanggal : 20 Oktober 2018 | Di Lihat : 83 Kali

LPMP NTB Beri Bantuan 1,25 M untuk Sarpras Pembelajaran Darurat

Mataram- (19/10), Upaya percepatan penanganan pendidikan pascagempa yang melanda Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa terus dilakukan. Berbagai jenis bantuan diberikan oleh berbagai pihak baik institusi pemerintah, badan usaha, organisasi nonpemerintah, dan masyarakat secara bergotong royong. Hal ini tidak lain untuk memastikan para peserta didik tidak terbengkalai proses belajarnya.

Untuk membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam kondisi darurat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB telah melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan sekolah dan pembelajaran dalam kondisi darurat. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, LPMP NTB memberikan bantuan dana untuk pembelian sarana pembelajaran. Kepala LPMP NTB, Minhajul Ngabidin, menyebutkan bantuan senilai 1,25 M ini diharapkan dapat membantu upaya sekolah dalam memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembalajaran dalam kondisi darurat.

"Setelah melaksanakan bimtek pembelajaran dalam kondisi darurat, LPMP NTB memberikan bantuan dana untuk pembelian sarana penunjang proses pembelajaran dalam kondisi darurat," paparnya.

Lebih lanjut, Minhajul Ngabidin menjelaskan bahwa bantuan itu diberikan kepada 228 satuan pendidikan di tujuh kabupaten/kota terdampak dengan tingkat kerusakan kategori berat. Bantuan sebesar Rp5.500.000 untuk setiap sekolah tersebut diberikan secara simbolis kepada salah seorang kepala sekolah disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (12/10), beberapa waktu yang lalu.

"Bantuan sebesar 5 juta digunakan untuk pembelian sarana penunjang pembelajaran. Sisanya, 500 ribu digunakan untuk keperluan administrasi pelaporan penggunaan dana," jelas Minhajul lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Tajuddin, memberikan apresiasi yang tinggi kepada LPMP NTB yang terus berupaya membantu penanganan pendidikan pascagempa. Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman bantuan sarpras pembelajaran. Lebih lanjut Tajuddin mengajak para kepala sekolah penerima bantuan agar dapat memaksimalkan pemanfaatan dana tersebut untuk menunjang proses pembelajaran para siswa.

Mawardi, Kepala SDN 5 Belanting, Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LPMP NTB yang telah memberikan bantuan. SDN 5 Belanting merupakan salah satu sekolah terdampak gempa tanggal 29 Juli lalu dengan kerusakan cukup parah. Beberapa hari setelah gempa itu, LPMP NTB juga hadir memberikan layanan psikososial bagi siswa-siswi di sekolah tersebut.

"Alhamdulillah, syukur selalu terpanjatkan atas bantuan yang diberikan oleh LPMP NTB. Dana ini cukup meringankan untuk membeli keperluan atau kebutuhan pembelajaran yang berimbas kepada terpenuhinya kebutuhan anak untuk menerima materi pelajaran," tulisnya melalui pesan singkat.

Bantuan untuk pembelian sarpras penunjang pembelajaran dalam kondisi darurat tersebut hanya stimulan dan pendorong. Untuk itu, keberlanjutannya perlu dukungan pemerintah daerah, masyarakat, sekolah, dan pihak-pihak lainnya. Tujuan akhirnya adalah supaya para peserta didik dapat kembali bersekolah dan belajar dalam kondisi yang normal. (MM)